FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN SUSU FORMULA PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS INGIN JAYA KABUPATEN ACEH BESAR

Uhti Rahmani, NIM: 21215014 (2026) FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN SUSU FORMULA PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS INGIN JAYA KABUPATEN ACEH BESAR. Skripsi thesis, Universitas Bina Bangsa Getsempena.

[thumbnail of Cover.pdf] Text
Cover.pdf

Download (3MB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf] Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Lampiran.pdf] Text
Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (857kB)

Abstract

ASI merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi dengan kandungan gizi yang secara alami telah sesuai untuk mendukung tumbuh kembang optimal hingga bayi berusia enam bulan. Meskipun demikian, penggunaan susu formula masih kerap dijumpai di tengah masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang berkaitan dengan keputusan pemberian susu formula pada bayi usia 0–6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar.Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan melalui teknik purposive sampling, dengan total 71 ibu yang memiliki bayi berusia 0–6 bulan sebagai responden. Data dianalisis secara bivariat menggunakan uji Chi-Square pada taraf signifikansi α = 0,05.Hasil penelitian mengungkapkan bahwa 41 responden (68,3%) memberikan susu formula kepada bayinya, sementara 19 responden (31,7%) tidak melakukannya. Melalui analisis bivariat, ditemukan hubungan yang bermakna secara statistik antara tingkat pengetahuan ibu dan pemberian susu formula (p = 0,000), antara dukungan dari anggota keluarga dan pemberian susu formula (p = 0,020), serta antara dukungan tenaga kesehatan dan pemberian susu formula (p = 0,002), di mana ketiganya berada di bawah nilai α = 0,05.Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu, keterlibatan keluarga, dan peran tenaga kesehatan secara signifikan memengaruhi praktik pemberian susu formula. Oleh karena itu, tenaga kesehatan perlu mengintensifkan upaya edukasi, konseling laktasi, serta pendampingan selama masa menyusui. Di sisi lain, keluarga juga diharapkan mampu berperan lebih aktif dalam memberikan dukungan moral dan praktis kepada ibu, sehingga motivasi untuk memberikan ASI eksklusif dapat tumbuh dan terpelihara dengan baik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: ASI Eksklusif, Susu Formula, Pengetahuan Ibu, Dukungan Keluarga, Dukungan Tenaga Kesehatan
Subjects: Teknologi (600-699) > 610 Ilmu Kebidanan
Divisions: Fakultas Sains, Teknologi dan Ilmu Kesehatan > S1 Kebidanan
Depositing User: S.IP., M.A Syifa Andina
Date Deposited: 15 Oct 2026 03:11
Last Modified: 15 Oct 2026 03:11
URI: https://eprints.bbg.ac.id/id/eprint/1525

Actions (login required)

View Item
View Item