Safrina, 2012210013 (2024) PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DETEKSI DINI PENYAKIT TUBERKULOSIS PADA MASYARAKAT DI DESA PASIE LAMGAROT. Skripsi thesis, Universitas Bina Bangsa Getsempena.
Kover.pdf
Download (2MB)
BAB I.pdf
Download (141kB)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (164kB)
BAB III.pdf
Download (478kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (655kB)
BAB V.pdf
Download (14kB)
Daftar Pustaka.pdf
Download (229kB)
Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Abstract
Salah satu penanggulangan Tuberculosis Paru yang dapat dilakukan melalui promosi kesehatan atau pendidikan kesehatan. Hal ini dilakukan karena banyaknya masalah TB paru yang berkaitan pada pengetahuan dan perilaku
masyarakat. Cara pencegahan penularan penyakit TB adalah melakukan pendidikan kesehatan kepada masyarakat (Sarmen, dkk, 2017). Pendidikan kesehatan yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan dalam pemberantasan
penyakit menular, sanitasi lingkungan, gizi mayarakat, pelayanan kesehatan, maupun program kesehatan lainya (Syafrudin, 2015) . Desain Penelitin yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain quasi eksperimen. Penelitian ini menggunakan metode Pre experimental dengan one group pre-test post-test design. Postest dilaksanakan sebagai tolak
ukur dari intervensi yang diberikan dengan hari yang sama dengan jumlah sampel
65 Orang. Adapun cara pengumpulan data yag digunakan dengan cara
meyebarkan kuesioner dan memberi pendidikan kesehatan melalui media leaflet. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank dengan nilai mean rank sebelum diberikanPenyuluhan 7,00 dan setelah diberikan penyuluhan 0,00 nilai min-maks sebelum
diberikan Penyuluhan 2-3 dan sesudah Penyuluhan 1-3, nilai Z sebesar -3,419a dan signifikan sebesar 0.001. hasil uji wilcoxon signed rank test sebelum diberikan Edukasi dan sesudah diberikan edukasi bahwa Z hitung sebesar -3,419a
dan signifikan sebesar 0.001. hal ini menunjukkan bahwa nilai signifikan 0.001 lebih kecil dari 0.05 (taraf kesalahan 5%). Jadi dapat disimpulkan ada pengaruh
pengetahuan masyarakat terhadap deteksi dini penyakit tuberculosis sebelum diberikan edukasi dan sesudah edukasi. D Dengan pemberian penyuluhan diharapkan masyarakat dapat menerapkan sesuai dengan materi yang sudah diajarkan, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tuberkulosis, Edukasi Kesehatan, Pengetahuan, Deteksi Dini |
| Subjects: | Teknologi (600-699) > 610 Ilmu Keperawatan |
| Divisions: | Fakultas Sains, Teknologi dan Ilmu Kesehatan > S1 Keperawatan |
| Depositing User: | Ashabul Kahfi Kahfi |
| Date Deposited: | 05 Mar 2026 08:03 |
| Last Modified: | 05 Mar 2026 08:03 |
| URI: | https://eprints.bbg.ac.id/id/eprint/1070 |
