Farah Adilla, 20010026 (2025) ANALISIS UJARAN KEBENCIAN DALAM KOLOM KOMENTAR AKUN TIKTOK (KAJIAN LINGUISTIK FORENSIK). Skripsi thesis, Universitas Bina Bangsa Getsempena.
COVER Farah Adilla.pdf
Download (1MB)
BAB I Farah Adilla.pdf
Download (321kB)
BAB II Farah Adilla.pdf
Restricted to Registered users only
Download (570kB)
BAB III Farah Adilla.pdf
Download (265kB)
BAB IV Farah Adilla.pdf
Restricted to Registered users only
Download (617kB)
BAB V Farah Adilla.pdf
Download (238kB)
DAFTAR PUSTAKA Farah Adilla.pdf
Download (213kB)
LAMPIRAN Farah Adilla.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Abstract
Farah Adilla. 2025. Analisis Ujaran kebencian dalam Kolom Komentar Akun Tiktok (Kajian Linguistik Forensik). Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Pembimbing I. Wahidah Nasution, M.Pd., Pembimbing II. Rika Kustina, M.Pd.
Media sosial telah memberikan ruang kebebasan berpendapat kepada seluruh penggunannya. Ujaran kebencian menjadi salah satu dampak negatif dari penggunaan media sosial. Sebuah kata atau kalimat yang ada dalam kolom komentar tidak bisa langsung dikatakan sebagai ujaran kebencian. Linguistik forensik menjadi acuan dalam menganalisis kejahatan berbahasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ujaran kebencian warganet pada kolom komentar tiktok Ganjar Pranowo, dengan menggunakan analisis linguistik forensik. Rumusan
masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimanakah analisis ujaran kebencian dalam
kolom komentar akun tiktok Ganjar Pranowo melalui Kajian Analisis Linguistik
Forensik. Desain penelitiannya yaitu penelitian deskriptif. Data dikumpulkan dari
tanggal 1 sampai 31 Maret 2024. Data penelitian ini berupa kata maupun kalimat
warganet yang merupakan ujaran kebencian yang dilontarkan terhadap Ganjar
Pranowo dalam kolom komentar Tiktok. Hasil yang didapat pada penelitian ini
yaitu analisis ujaran kebencian yang diungkapkan warganet di dalam kolom
komentar akun tiktok Ganjar Pranowo yaitu data yang diperoleh penghinaan
terdapat 12 data (3 data yang bisa dianalisis dengan kajian linguistik forensik dan 9
data yang belum bisa dianalisis kajian linguistik forensik). Pencemaran nama baik
2 data (keduanya bisa dianalisis dengan menggunakan kajian linguistik forensik).
Terakhir berita bohong (hoax) ada 1 data dan bisa dianalisis menggunakan kajian
linguistik forensik. Penghinaan merupakan ujaran kebencian yang paling banyak
dan mendominasi. Secara umum, pada kolom komentar akun tiktok Ganjar Pranowo tidak hanya memuat ujaran kebencian, tapi ada juga kata-kata mendukung
dan kalimat yang mengandung makna positif.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ujaran kebencian, tiktok, linguistik forensik |
| Subjects: | Bahasa (400-490) > 410 Bahasa Indonesia |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > S1 Pendidikan Bahasa Indonesia |
| Depositing User: | Ridha Nauval Hanra |
| Date Deposited: | 20 Feb 2026 04:35 |
| Last Modified: | 20 Feb 2026 04:35 |
| URI: | https://eprints.bbg.ac.id/id/eprint/890 |
