Satria, 23212298 (2025) FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEMAMPUAN DETEKSI HIPOGLIKEMIA PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI RSUD ACEH BESAR. Skripsi thesis, Universitas Bina Bangsa Getsempena.
Kover.pdf
Download (9MB)
BAB I.pdf
Download (186kB)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (598kB)
BAB III.pdf
Download (619kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (491kB)
BAB V.pdf
Download (19kB)
Daftar Pustaka.pdf
Download (152kB)
Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only
Download (4MB)
Abstract
Hipoglikemia adalah suatu keadaan dimana keadaan glukosa darah dalam rentang di bawah normal (<70 gr/dL) pada penderita Diabetes Melitus. Hipoglikemia dapat menyebabkan terjadi penurunan kesadaran disebabkan karena terganggunya suplai oksigen ke jaringan otak. Manfaat melakukan deteksi hipoglikemia adalah mengetahui lebih dini gejala-gejala dari hipoglikemia yang dapat terjadi sehingga lebih cepat melakukan penanganan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan (usia, pengetahuan, lama menderita diabetes mellitus, dan ketersediaan alat pengukur glukosa darah mandiri) dengan kemampuan melakukan deteksi hipoglikemia pada pasien diabetes di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan jumlah sampel sebanyak 93 responden yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dalam bentuk skala Gutman yang berjumlah 10 item pernyataan untuk kuisioner pengetahuan tentang hipoglikemia yang telah diuji validitas dan realibilitas dengan nilai Cronbach alpha = 0,713 dan 10 pertanyaan untuk kuisioner kemampuan deteksi hipoglikeimia yang telah diuji validitas dan realibilitas dengan nilai Cronbach alpha = 0,617. Analisis data menggunakan Chi square test (α = 0,05). Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa tidak ada hubungan usia dengan kemampuan deteksi hipoglikemia (p-value = 0,852), tidak ada hubungan pengetahuan dengan kemampuan deteksi hipoglikemia (p-value = 1,000), tidak ada hubungan lama menderita diabetes melitus dengan kemampuan deteksi hipoglikemia (p-value = 0,199), tidak ada hubungan ketersediaan alat pengukur glukosa darah mandiri dengan kemampuan deteksi hipoglikemia (p-value = 0,300). Direkomendasikan kepada perawat dan manajemen RS agar membuat program edukasi yang didukung dengan media seperti video, leaflet maupun praktik langsung untuk deteksi hipoglikemia yang dapat dikaitkan sebagai bagian program pencegahan hipoglikemia pada pasien DM.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | hipoglikemia, deteksi, diabetes melitus |
| Subjects: | Teknologi (600-699) > 610 Ilmu Keperawatan |
| Divisions: | Fakultas Sains, Teknologi dan Ilmu Kesehatan > S1 Keperawatan |
| Depositing User: | Ashabul Kahfi Kahfi |
| Date Deposited: | 30 Mar 2026 08:41 |
| Last Modified: | 30 Mar 2026 08:41 |
| URI: | https://eprints.bbg.ac.id/id/eprint/1203 |
