Riski Rahmadaini, NIM: 21101006 (2026) ANALISIS GAYA BAHASA DALAM TENGKEH GAYO “PERI BERABUAN” KARYA HASRIN Z. BERSAH. Skripsi thesis, Universitas Bina Bangsa Getsempena.
Cover.pdf
Download (4MB)
BAB I.pdf
Download (105kB)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (214kB)
BAB III.pdf
Download (114kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (330kB)
BAB V.pdf
Download (90kB)
Daftar Pustaka.pdf
Download (98kB)
Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only
Download (366kB)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kekayaan sastra daerah Gayo yang sarat dengan penggunaan gaya bahasa dan nilai budaya, khususnya dalam kumpulan tengkeh Peri Berabun karya Hasrin Z. Bersah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah gaya bahasa yang digunakan dalam tengkeh Gayo Peri Berabun karya Hasrin Z. Bersah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis jenis-jenis gaya bahasa yang terkandung dalam tengkeh tersebut serta makna yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teori utama yang digunakan adalah teori gaya bahasa atau stilistika menurut Gorys Keraf yang didukung oleh teori Henry Guntur Tarigan dan Rachmat Djoko Pradopo. Data penelitian berupa kata, frasa, kalimat, dan larik-larik tengkeh yang mengandung gaya bahasa dalam buku Peri Berabun karya Hasrin Z. Bersah. Sumber data penelitian adalah teks tertulis dalam antologi tengkeh Gayo Peri Berabun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, pembacaan intensif, pencatatan data, dan pengkodean data. Analisis data menggunakan metode stilistika dengan langkah-langkah: (1) mengidentifikasi data yang mengandung gaya bahasa, (2) mengklasifikasikan data berdasarkan jenis gaya bahasa, (3) menafsirkan makna dan fungsi penggunaan gaya bahasa, dan (4) menarik simpulan berdasarkan hasil analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tengkeh Gayo Peri Berabun ditemukan berbagai jenis gaya bahasa, yaitu gaya bahasa perbandingan berupa metafora, simile, dan personifikasi; gaya bahasa pertentangan berupa hiperbola, litotes, dan oksimoron; gaya bahasa pertautan berupa metonimia, sinekdoke, dan alusi; serta gaya bahasa perulangan berupa repetisi, anafora, dan epistrofa. Gaya bahasa yang paling dominan digunakan adalah metafora dan repetisi. Penggunaan gaya bahasa tersebut berfungsi untuk memperindah bahasa, memperkuat pesan moral, menyampaikan kritik sosial secara halus, serta mencerminkan nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat Gayo. Dengan demikian, tengkeh Gayo Peri Berabun karya Hasrin Z. Bersah tidak hanya memiliki nilai estetika sastra, tetapi juga berperan sebagai media pelestarian budaya daerah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Gaya Bahasa, Tengkeh Gayo, Sastra Daerah. |
| Subjects: | Bahasa (400-490) > 410 Bahasa Indonesia |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > S1 Pendidikan Bahasa Indonesia |
| Depositing User: | S.IP., M.A Syifa Andina |
| Date Deposited: | 18 Sep 2026 02:55 |
| Last Modified: | 18 Sep 2026 02:55 |
| URI: | https://eprints.bbg.ac.id/id/eprint/1414 |
