Surmelia, 20010027 (2025) ANALISIS TUTURAN PROVOKATIF PADA MEDIA SOSIAL (TIKTOK, INSTAGRAM, DAN TWITTER). Skripsi thesis, Universitas Bina Bangsa Getsempena.
Kover.pdf
Download (2MB)
BAB I.pdf
Download (327kB)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
Download (381kB)
BAB III.pdf
Download (320kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
BAB V.pdf
Download (204kB)
Daftar Pustaka.pdf
Download (321kB)
Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only
Download (432kB)
Abstract
Tuturan provokatif merupakan bentuk ujaran yang sengaja dirancang untuk memancing emosi, memicu perdebatan, atau menciptakan polarisasi opini di ruang publik digital. Fenomena ini menjadi semakin penting untuk dikaji seiring
dengan meningkatnya intensitas interaksi masyarakat di dunia maya, yang kerap kali tidak lagi terbatas oleh ruang dan waktu. Media sosial tidak hanya menjadi sarana berbagi informasi, tetapi juga menjadi arena diskusi yang sering kali dipenuhi ujaran yang tajam, kontroversial, dan bahkan memecah belah. Dalam konteks ini, tuturan provokatif dapat digunakan sebagai strategi untuk menarik perhatian, membangun popularitas, hingga menyampaikan kritik sosial dan politik dengan cara yang halus maupun frontal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan makna tuturan provokatif yang tersebar di media sosial, khususnya pada platform TikTok, Instagram, dan Twitter. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana kritis untuk mengidentifikasi bentuk, strategi kebahasaan, serta konteks sosial yang melatarbelakangi kemunculan tuturan provokatif di media sosial. Data diperoleh melalui caption (keterangan) pada postingan media sosial yang mengandung tuturan provokatif di tiga media sosial paling populer, yaitu TikTok, Instagram, dan Twitter. Analisis dilakukan dengan cara menelaah caption (Keterangan) pada postingan yang diunggah pada media sosial yang mengandung tuturan provokatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan provokatif tidak hanya digunakan untuk kepentingan ekspresi diri, tetapi juga sebagai alat untuk membangun identitas, memengaruhi opini publik, serta meningkatkan interaksi digital seperti
likes, shares, dan komentar. Meskipun dapat berfungsi sebagai sarana kritik sosial dan penyadaran, tuturan ini juga memiliki sisi negatif yang tidak dapat diabaikan.
Beberapa tuturan provokatif terbukti dapat memicu konflik antar pengguna, menyebarkan informasi, hingga memperkeruh suasana ruang diskusi publik. Oleh karena itu, pemahaman terhadap karakteristik dan dampak dari tuturan provokatif
sangat penting dalam rangka membentuk ruang digital yang sehat, etis, dan produktif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap kajian kebahasaan, khususnya dalam bidang pragmatik dan analisis wacana, serta menjadi masukan bagi para pengguna media sosial agar lebih bijak dalam berkomunikasi secara daring.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | tuturan provokatif, media sosial, analisis wacana, TikTok, Instagram, Twitter. |
| Subjects: | Bahasa (400-490) > 410 Bahasa Indonesia |
| Divisions: | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > S1 Pendidikan Bahasa Indonesia |
| Depositing User: | Ashabul Kahfi Kahfi |
| Date Deposited: | 11 Mar 2026 03:19 |
| Last Modified: | 11 Mar 2026 03:19 |
| URI: | https://eprints.bbg.ac.id/id/eprint/1122 |
